Beritakan Kasus Dugaan Korupsi, Jurnalis di Sulsel Terjerat UU ITE, Dituntut 1 Tahun Penjara

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:06 WIB
Muhammad Asrul jurnalis Berita.News dituntut 1 tahun penjara dalam perkara UU ITE terkait berita dugaan korupsi (Dok.Hallo.id/Akbar Nur Qadri)
Muhammad Asrul jurnalis Berita.News dituntut 1 tahun penjara dalam perkara UU ITE terkait berita dugaan korupsi (Dok.Hallo.id/Akbar Nur Qadri)

HALLO SULTRA - Seorang Jurnalis di Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Asrul harus berurusan di meja hijau setelah memberitakan kasus dugaan korupsi yang ditayangkan di portal berita Berita.News.

Muhammad Asrul dituntut 1 tahun penjara dalam sidang yang digelar di ruang Kusumah Atmadja, Pengadilan Negeri (PN) Palopo, Rabu, 13 Oktober 2021.

Dalam tuntutanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Palopo menilai terdakwa Asrul telah melakukan pencemaran nama baik sesuai terapan UU ITE.

Baca Juga: Kapolres Bakal Tindak Tegas Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa di Tangerang

Sebagaimana dilansir Hallosultra.com dari Hallo.id dalam artikel berjudul "Jurnalis Asrul Dituntut 1 Tahun Penjara Karena Beritakan Kasus Dugaan Korupsi" dijelskan bahwa Asrul dinilai telah melakukan pencemaran nama baik terhadap Farid Kasim Judas (FKJ) atas empat berita dugaan korupsi yang ditulis Asrul dan tayang di media Berita.News.

"Menyatakan terdakwa Muhammad Asrul bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan Informasi elektronik, sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat 1 juncto pasal 27 ayat 3 UU Nomor 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," Kata JPU, Irmawati.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Asrul dengan pidana penjara selama 1 tahun, dengan perintah agar terdakwa segera ditahan," tambah Irmawati.

Baca Juga: Video Viral Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa yang Lakukan Demo di Tangerang

Sementara itu, Kuasa Hukum Asrul dari Koalisi Advokat untuk Kebebasan Pers dan Berekspresi, Andi Ikra Rahman menilai, tuntutan Jaksa dengan menerapkan pasal 45 UU ITE jauh dari fakta persidangan dan dianggap keliru menafsirkan subjek hukum dalam perkara ini.

"Jaksa salah dalam menafsirkan subjek hukum, subjek hukumnya tidak jelas, Asrul tidak punya kehendak melakukan suatu tindak pidana (mens rea) pasal 45 UU ITE, untuk membuat berita bohong ataupun mencemarkan nama baik, sebab berita yang ditayangkan merupakan kerja kolektif media tempat Asrul bekerja," ujar Ikra Rahman.

Halaman:

Editor: Emil Rusmawansyah

Sumber: Hallo ID

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Oknum Dokter Cantik di Kendari Dipolisikan

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:53 WIB
X