Kepemimpinan Kepala Daerah dan DPRD Kunci Sukses Otonomi Daerah

- Rabu, 18 Mei 2022 | 09:24 WIB
 Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro dalam diskusi Go Visit bersama mahasiswa Universitas Airlangga (Hallosultra/Dok.Kemendagri)
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro dalam diskusi Go Visit bersama mahasiswa Universitas Airlangga (Hallosultra/Dok.Kemendagri)

HALLO SULTRA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Suhajar Diantoro mengungkapkan tiga kunci sukses penyelenggaraan otonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Suhajar dalam diskusi Government Visit (Go Visit) yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga yang mengusung tema “Reach Your Limit with Kemendagri” dan berlangsung secara virtual.

Suhajar menuturkan, kunci sukses pertama yakni kepemimpinan kepala daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Menurutnya, leadership memiliki peran sentral di dalam organisasi. Selain itu, kepemimpinan juga merupakan variabel terpenting dalam menjalankan pemerintahan.

Baca Juga: Presiden Jokowi Longgarkan Kebijakan Penggunaan Masker di Luar Ruangan

“Faktor pemimpin memberikan variabel terbesar bagi kesuksesan sebuah organisasi, termasuk penyelenggaraan pemerintahan daerah,” terang Suhajar.

Lebih lanjut, Suhajar mengatakan kunci berikutnya yakni kapasitas pemerintahan daerah. Kapasitas tersebut dinilai memiliki kontribusi penting dalam mendukung visi pemimpin di suatu daerah. Hal ini juga bakal membantu menyukseskan terobosan kebijakan yang digagas kepala daerah.

Suhajar menekankan, faktor tersebut sangat penting, sebab jika kebijakan kepala daerah tidak diiringi dengan kapasitas yang memadai dari jajaran pemerintah daerah, dinilai akan menghambat berbagai terobosan yang dihasilkan.

Baca Juga: Petani Sawit di Mukomuko Ditangkap Aparat, DPR Desak Pemerintah Harus Hadir Selesaikan Konflik Agraria

Dirinya mengimbuhkan, faktor ketiga yakni partisipasi dan kontrol dari masyarakat. Dalam hal ini, Suhajar mendorong masyarakat, terutama dari kalangan intelektual seperti mahasiswa agar berpartisipasi dan melakukan kontrol sosial terhadap pembangunan. Masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan dan saran kepada pemerintah, baik di jajaran pemerintah pusat maupun di daerah seperti gubernur, bupati, dan wali kota.

Suhajar mencontohkan, di masa silam terdapat kepala daerah yang menginisiasi terbentuknya smart city. Hal ini kemudian mendapatkan respons dan masukan dari masyarakat, utamanya mahasiswa. Berbagai masukan tersebut kemudian mendorong terbentuknya layanan yang memudahkan masyarakat, terutama dalam layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Halaman:

Editor: Rustam Hallo Sultra

Sumber: kemendagri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Terbitkan Keppres Cuti Bersama bagi ASN

Kamis, 28 April 2022 | 06:29 WIB
X