LHKP Muhammadiyah Ingatkan Pekerja Buzzer Rupiah Berpotensi Membahayakan Bangsa Indonesia

- Jumat, 22 April 2022 | 08:26 WIB
Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Yono Reksoprodjo, ingatkan kemajuan teknologi digital dapat menjadi ancaman persatuan bangsa  (Hallosultra/Dok.Muhammadiyah)
Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Yono Reksoprodjo, ingatkan kemajuan teknologi digital dapat menjadi ancaman persatuan bangsa (Hallosultra/Dok.Muhammadiyah)

HALLO SULTRA - Teknologi digital yang begitu pesat perkembangannya saat ini, akan mengantar manusia kepada borderless teritori atau teritori tanpa batas.

Dengan kemajuan teknologi digital, ini menjadi kanal penyaluran manajemen persepsi yang bisa menimbulkan ancaman bagi persatuan Bangsa Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah, Yono Reksoprodjo, dalam seminar Pra Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48.

Baca Juga: Penyanyi Rossa Diperiksa di Bareskrim Polri Terkait Investasi Bodong DNA Pro

Yono menjelaskan bahwa globalisasi akibat teknologi digital lebih ke arah pertukaran informasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa, globalisasi akibat dari jaringan internet – teknologi digital juga menimbulkan konflik atau perang.

Mengutip ahli strategi, perang dikategorikan menjadi tiga jenis yakni perang konvensional, perang asimetrik, dan perang hybrid. Yono menyebut bahwa, setidaknya ada lima dimensi perang yang meliputi darat, laut, udara, ruang angkasa, dan informasi.

“Yang unik ini adalah perang informasi, karena ternyata untuk dikaitkan dengan perang, informasi menjadi hal yang sangat-sangat dipentingkan,” ungkapnya.

Baca Juga: Dituduh Sebarkan Berita Bohong Soal DPN Peradi, Hotman Paris Dilaporkan ke Polda Jawa Barat

Dalam keadaan perang atau normal, informasi biasa digunakan untuk membangun persepsi. Manajemen persepsi digunakan untuk melakukan intervensi kepada kelompok masyarakat agar berlaku sesuai kehendak pembuat ‘meme’.

Dalam konteks Indonesia, menurut Yono intervensi kepada masyarakat Indonesia lebih mudah, karena lebih emosional. Mengantisipasi hal itu, Yono menyebut bahwa local wisdom di Indonesia sebagai basis pertahanan terhadap ancaman persepsi ini.

Halaman:

Editor: Rustam Hallo Sultra

Sumber: Muhammadiyah .or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Terbitkan Keppres Cuti Bersama bagi ASN

Kamis, 28 April 2022 | 06:29 WIB
X